Alkohol juga  disebut etanol atau grain alkohol serta untuk minuman yang mengandung alkohol. Alkohol dalam ilmu kimia (farmasi) memiliki pengertian yang berbeda. Dalam kimia, alkohol (atau alkanol) adalah istilah yang umum untuk senyawa organik yang memiliki gugus hidroksil (OH) yang terikat pada atom karbon dan  pada atom hidrogen atau atom karbon lain. Alkohol adalah zat psikoatif yang bersifat adiktif. Zat psikoatif adalah golongan zat yang bekerja secara selektif, terutama pada otak, yang dapat menimbulkan perubahan pada perilaku, emosi, kognitif, persepsi, dan kesadaran seseorang. Bahan psikoaktif yang terdapat dalam alkohol adalah etil alkohol yang diperoleh dari proses fermentasi madu, gula sari buah atau umbi umbian, sedangkan adiktif adalah suatu keadaan kecanduan atau ketergantungan terhadap jenis zat tertentu. Seseorang yang menggunakan alkohol mempunyai rentang respon yang berfluktuasi dari kondisi yang ringan sampai berat. alkohol juga merupakan zat penekan susuan syaraf pusat tetapi dalam jumlah kecil mempunyai efek stimulasi yang ringan.

Alkohol mempunyai fungsi positif dan negatif. Fungsi positif dari alkohol adalah untuk keperluan medis seperti menetralisir dan membersihkan luka dari infeksi bakteri/kuman, dan banyak kegunaan lainnya, sedangkan fungsi negatif dari alkohol adalah untuk memabukan dengan cara meminumnya. Minuman beralkohol adalah minuman yang mengandung etanol dan jika mengkonsumsinnya terlalu berlebihan maka dapat menyebabkan penurunan kesadaran karena alkohol akan terakumulasi dalam aliran darah. Minuman  yang biasanya dikonsumsi bukan alkohol murni, tetapi alkohol yang telah dicampur dan menjadi minuman keras. Alkohol dikonsumsi kebanyakan oleh laki – laki karena dipengaruhi oleh faktor psikologis meliputi rangsangan sosial melalui mulut, ritual masyarakat, menunjukan kejantanan, mengalihkan diri dari kecemasan, dan kebanggan diri.

  1. Golongan Minuman Berakohol

Adapun golongan minuman berakohol adalah sebagai berikut :

  1. Golongan A berkadar alkohol 1% – 5 %, jenisnya seperti bir, dan soda alkohol
  2. Golongan B berkadar alkohol 5% – 20%, jenisnya seperti anggur
  3. Golongan C berkadar alkohol 20% – 50% seperti whisky dan brandy
  1. Jenis atau Produk  Minuman Beralkohol

Adapun jenis – jenis dari minuman beralkohol yaitu:

  1. Bir

Bir merupakan minuman beralkohol dengan cita rasa berasal dari suatu bahan berasa pahit, yaitu hop serta diperoleh dari fermentasi khamir pada maltosa yang didapat dari degradasi enzimatik.

  1. Wine dan Brandy

Wine diperoleh dari fermentasi buah anggur warna merah atau jingga bersama kulitnya yang mengandung pigmen merah Sedangkan anggur putih (white wines) dibuat dari buah anggur warna putih dan difermentasi tanpa kulit.

  1. Cider

Cider merupakan minuman yang terbuat dari jus apel. Di Amerika dan Kanada, cider atau sweet cider merupakan istilah untuk jus apel yang tidak difermentasikan sedangkan jus apel yang difermentasi disebut hardcider. Di Inggris, cider selalu digunakan untuk minuman beralkohol, tetapi di Australia, istilah cider dapat digunakan baik untuk produk beralkohol ataupun tidak. Hasil distilasi cider dengan proses pembekuan menghasilkan produk yang dinamakan applejack.

  1. Whisky

Whiky merupakan minuman beralkohol yang dibuat dari campuran beberapa jenis biji-bijian. Jenis-jenis whisky seperti Scotch dan Rye menunjukkan jenis biji-bijian utama yang digunakan dengan tambahan biji-bijian lain seperti gandum dan oat.

  1. Rum

Rum adalah hasil penyulingan air tebu, sirup, atau tetes (molasse) yang  merupakan produk samping dalam pembuatan gula yang difermentasi oleh S. cerevisiae.

  1. Vodka dan Gin

Karakteristik vodka yang utama adalah dilakukannya proses distilasi terhadap hasil fermentasi berbagai jenis bahan, di mana biji-bijian dan kentang merupakan sumber yang paling umum, sedangkan gin merupakan hasil distilasi seperti vodka yang diberi flavour dengan cara menambahkan herbal ataupun jenis-jenis tumbuhan lain khususnya juniper berries. (Yuga Pramita,2006)

  1. Kategori Peminum Alkohol  ( Pengguna Alkohol )

Secara sederhana peminum alkohol dapat digolongkan ke dalam 3 kelompok, yang meliputi peminum ringan, peminum sedang, dan peminum berat.

  1. Peminum Ringan (Light Drinker)

Dikatakan peminum ringan jika yang mengkonsumsi antara 0,28 – 5,9 gram atau ekuivalen dengan minum satu atau kurang dari satu botol dalam sehari

  1. Peminum Menengah (Moderate Drinker)

Dikatakan peminum menengah jika mengkonsumsi antara 6,2 – 27,7 gram alkohol atau setara dengan 1 – 4 botol per hari

  1. Peminum Berat (Heavy Drinker)

Dikatakan peminum berat jika mengkonsumsi lebih dari 28 gram alkohol per hari atau lebih dari 4 botol setiap harinya.

  1. Ciri – Ciri Peminum Alkohol

Adapun ciri – ciri dari peminum alkohol yaitu:

  1. Menjadi pemurung, mudah tersinggung, dan emosional
  2. Wajah pucat dan bibir menjadi kecoklatan.
  3. Terdapat bau aneh yang tidak biasa dimulut (bau khas alkohol)
  4. Mata berair dan merah
  5. Perut membuncit dan tangan gemetar
  6. Nafas tersengal dan susah tidur
  7. Badan lesu dan selalu gelisah
  1. Efek Samping Atau Dampak Dari Alkohol

Dampak negatif penggunaan alkohol dikategorikan menjadi 3, yaitu dampak fisik, dampak psikoneurologi dan dampak sosial.

  1. Dampak Fisik

Penyakit yang dapat terjadi akibat kebiasaan mengkonsumsi alkohol secara berlebihan yaitu kerusakan hati, kanker saluran pencernaan, gangguan pencernaan lain (seperti tukak lambung), impotensi, berkurangnya kesuburan, meningkatnya resiko terjadinya kanker payudara, kesulitan tidur, kerusakan otak dengan perubahan kepribadian dan suasana perasaan, sulit dalam mengingat dan berkonsentrasi serta menyebabkan penyakit kardiovaskuler seperti kerusakan jantung, tekanan darah tinggi, dan stroke. Sebagian besar kasus penyakit kardiovaskuler dialami oleh peminum berat yang kronis. Konsumsi 210 gram alkohol atau setara dengan minum sepertiga botol minuman keras setiap harinya selama 25 tahun akan mengakibatkan penyakit kardiovaskuler. Peminum minuman keras cenderung memiliki tekanan darah yang relatif lebih tinggi dibandingkan non peminum (abstainer), dan juga akan lebih berisiko mengalami stroke dan serangan jantung. Peminum kronis dapat pula mengalami berbagai gangguan syaraf mulai dari demensia, bingung, kesulitan berjalan dan kehilangan memori serta konsumsi alkohol yang berlebihan dapat menimbulkan defisiensi thiamin, yaitu komponen vitamin B komplek berbentuk kristal yang esensial bagi berfungsinya sistem syaraf.

  1. Dampak Psikoneurologis

Adapun dampak psikoneurologis yang dapat ditimbulkan dari mengkonsumsi alkohol adalah imsonia, depresi, gangguan kejiwaaan, serta dapat merusak jaringan otak secara permanen sehingga menimbulkan gangguan daya ingat, kemampuan penilaian, kemampuan belajar, dan gangguan neurosis lainnya.

  1. Dampak Sosial

Gangguan sosial yang timbul biasanya mempengaruhi orang lain, dimana perasaan pengguna alkohol sangat labil, mudah tersinggung, dan perhatian terhadap lingkungan menjadi terganggu. Kondisi tersebut menekan pusat pengendalian diri sehingga pengguna menjadi agresif dan  apabila tidak terkontrol akan menimbulkan tindakan yang melanggar norma bahkan memicu tindakan kriminal serta meningkatkan resiko kecelakaan.